ADODB Visual Basic 6.0 Dengan Database Microsoft Access

1.  Desain database dan form  seperti dibawah ini

image

image

2.  Buat Modul di tuliskan Code dibawah ini

‘deklarasi variabel  CnAc sebagai ADODB.Connection
Public CnAc As ADODB.Connection

‘Fungsi untuk megkoneksikan database
Public Function OpenDb()
Set CnAc = Nothing
Set CnAc = New ADODB.Connection
CnAc.ConnectionString = "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;" & _
"Persist Security Info = False; Data Source=" & _
App.Path & "\akun.mdb; Mode=ReadWrite;Jet OLEDB:"
CnAc.CursorLocation = adUseClient
CnAc.Open
End Function

3.  Ketikkan Code dibawah ini pada form anda

Option Explicit
Dim Rs_akun As ADODB.Recordset

‘Code untuk menyimpan data
Private Sub Command1_Click()
Dim sqlsimpan As String
sqlsimpan = "Insert Into akun(kode_akun,nomor_akun,kelompok_akun,nama_akun)" _
            & " Values(‘" & Text1.Text & "’,'" & Text2.Text & "’, ‘" & Text3.Text & "’,'" & Text4.Text & "’)"
CnAc.Execute sqlsimpan, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub

‘Code untuk mencari data
Private Sub Command2_Click()
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun WHERE KODE_AKUN like ‘" & Text1.Text & "%" & "’", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
End Sub

‘Code untuk merubah data

Private Sub Command3_Click()
Dim sqlupdate As String
sqlupdate = "update akun set nomor_akun=’" & Text2.Text & "’ , kelompok_akun=’" & Text3.Text & "’, nama_akun= ‘" & Text4.Text & "’ where kode_akun=’" & Text1.Text & "’"
CnAc.Execute sqlupdate, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub

‘Code untuk  menghapus data

Private Sub Command4_Click()
Dim sqldelete As String
sqldelete = "delete FROM akun where kode_akun=’" & Text1.Text & "’"
CnAc.Execute sqldelete, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub

 

Private Sub Form_Load()
Call OpenDb
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
   If Text1.Text = "" Then
        Set Rs_akun = Nothing
        Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
        Rs_akun.Open "select * from akun", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
        Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
   Else
        Set Rs_akun = Nothing
        Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
        Rs_akun.Open "select * from akun where kode_akun=’" & Text1.Text & "’", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
        Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
        Text2.Text = Rs_akun.Fields(1)
        Text3.Text = Rs_akun.Fields(2)
        Text4.Text = Rs_akun.Fields(3)
   End If
End If
End Sub

Cookie vs Session

 

Pengertian Cookie

Dalam PHP Cookie adalah sepotong informasi yang diberikan oleh suatu website kepada komputer client. Informasi yang ada didalam cookie berbeda-beda untuk setiap website, tergantung kebutuhan dari website tersebut. Kapan cookie diberikan ? biasanya ketika anda mengunjungi website, atau login dalam sistem tertentu, secara otomatis cookie akan masuk ke dalam komputer anda. Besarnya cookie hanya beberapa kilobyte saja (tenang saja, selama ini belum ada kasus hardisk komputer penuh karena cookie  Cookie hampir sama konsepnya dengan session, perbedaanya hanya pada letak variable tersebut. Kalau cookie berada di komputer client sedangkan session berada di server.Ya, kedua-duanya bisa digunakan untuk tujuan yang sama. Nah bagaimana teknis mengeset dan menggunakan cookie ? simak terus !

Cara mengeset cookie dan session hampir sama, perbedaanya untuk mengeset cookie anda tidak perlu menambahkan baris session_start() untuk mengakses cookie. Tidak ada gantinya untuk baris session_start(), singkatnya pada kasus cookie tidak diperlukan baris macam ini. Yang perlu diperhatikan bahwa cookie harus di set pada awal halaman, sedang cara mengaksesnya sama dengan mengakses session. Teknisnya saja mas, bagaimana ?Ok langsung menuju tempat latihan.

$NamaCookie="Cookie-Cookie";

$IsiCookie="Coklat Pasta dengan rasa pisang";

$BatasWaktu=time()+3600; $path="/~server/";

$domain=http://kamaluddin.netau.net;

$secure=1 //(1/0);

setcookie($NamaCookie,$IsiCookie,$BatasWaktu,$path,$domain,$secure);

?>

Begitulah, cookie anda sudah terbentuk. Anda bis mengganti variable-variable diatas sesuai dengan kebutuhan sistem anda. Anda tidak harus menggunakan semua parameter diatas. Cookie bisa diset hanya dengan kode seperti dibawah ini.

$NamaCookie="Cookie-Cookie";

$IsiCookie="Coklat Pasta dengan rasa pisang";

setcookie($NamaCookie,$IsiCookie);

?>

tetapi dengan seting default yang telah di seting pada file php.ini. Cookie harus diset sebelum ada output yang dikirim, sama dengan session. Berikut kutipan dari PHP Manual

Like other headers, cookies must be sent before any output from your script (this is a protocol restriction). This requires that you place calls to this function prior to any output, including and tags as well as any whitespace

 

Bagaimana Cara Mengakses Cookie ?

Untuk mengakses cookie sangat mudah, layaknya mengakses session. berikut kode yang digunkan untuk mengakses cookie yang telah diset.

echo $_COOKIE["Cookie-Cookie"];

?>

Bagaimana Menghilangkan Cookie ?

Mudah saja, anda bisa menghilangkan cookie langsung dari browser anda. Jika menggunakan internet explorer, pilih Tool->Internet Option, kemudian tekan tombol Delete Cookie, maka cookie akan terhapus. Jika menggunakan firefox pilih menu Tool->Clear Private Data atau dengan menggunakan tombol Ctrl+Shif+Del. Kemudian centang Cookie, kemudian klik Clear Private Data Now.Cara lain dengan menggunakan PHP adalah

if (isset($_COOKIE["Cookie-Cookie"])){

unset($_COOKIE["Cookie-Cookie"]);

}

?>

Cookie atau session adalah pilihan menggunakan teknologi untuk menyimpan data. Dengan menggunakan cookie berarti anda harus tahu bahwa data akan disimpan di komputer client, berarti komputer client bisa memodifikasi data tersebut (jika anda tidak menggunakan enkripsi), dan keamanan server anda akan terancam. Tapi jika anda menggunakan enkripsi untuk menyamarkan data anda, hal itu tidak menjadi masalah selama enkripsi yang digunakan masih ampuh. Contohnya google sudah mulai menggunakan Cookie untuk menyimpan data login. Di komputer saya cookie dari google, sampai sekarang masih bertahan. Satu lagi kelebihan cookie dibanding session, yaitu bisa diakses oleh javascript. Jadi selama ini ada anggapan bahwa javascript tidak bisa berhubungan dengan PHP, adalah kurang tepat karena cookie bisa menjadi jembatan antara PHP dan javascript. Artikel tentang ini akan dibahas kemudian.

Sedangkan session disimpan di server, artinya semakin banyak session yang diset, maka semakin banyak juga resource yang dibutuhkan. Mungkin hal ini juga yang menjadi pertimbangan Google untuk memutuskan menggunakan cookie. Sebagai ganti dari resource tersebut, session lebih aman ketimbang cookie, karena letaknya di server.

 

Pengertian Session

Sebuah session dapat digunakan untuk membentuk interaksi antara sebuah klien dengan web server dalam selang waktu tertentu. Session diimplementasikan dengan menyimpan data pada server. Dengan demikian tidak perlu ada komunikasi bolak-balik antara web server dan klien ketiika web server membutuhkan data tersebut.

Mengawali dan Mengakhiri Session

Untuk mengawali session digunakan fungsi :
session_start();

Untuk mengakhiri session digunakan fungsi :
session_destoyr();

Namun biasanya session akan berkahir juga jika browsernya ditutup.

Mendaftarkan Variabel Session

Sebuah variable atau lebih bisa didfatarkan pada session sehingga variable tersebut akan menjadi variable session dengan fungsi :

session_register("nama_variabel");

Mengecek Variabel Session

Variabel Session dapat dicek apakah terdaftar atau tidak menggunakan fungsi :
session_is_registered(nama_variabel);

Mencabut Pendaftaran Variaebl Session

Untuk mencabut variable session yang sudah terdaftar digunakan fungsi :
session_unregister("nama_variabel");

PHP dan MySQL

Koneksi PHP dan MySQL

PHP bukanlah software database sehingga harus ada tempat penyimpan data. Pada bagian terdahulu kita telah belajar penyimpanan data menggunakan file. Data-data yang disimpan bisa disimpan pula pada sebuah software database kemudian PHP mengakses software database tersebut. Software database yang digunakan adalah MySQL.

Fungsi untuk koneksi ke MySQL adalah :

mysql_connect("host","user","password");

host menyatakan nama host tempat MySQL berada

user menyatakan nama user yang digunakan untuk melakukan koneksi password menyatakan password user.

Menutup Koneksi

Jika script PHP berakhir biasanya hubungan ke database juga tertutup, namun jika dikehendaki secara yakin koneksi tersebut terputus maka digunakan fungsi :
mysql_close(variable_penyimpan_koneksiMySQL)

Mengaktifkan Database

Untuk mengaktifkan salah satu database yang ada di MySQL digunakan fungsi :
mysql_select_db("nama_database");

Mengeksekusi Query

Untuk mengeksekusi sebuah query yang berkaitan dengan table digunakan fungsi
mysql_query("query yang akan dieksekusi");

untuk query yang mengandung SELECT biasanya hasil ekseskusi query disimpan dalam variable sedangkan query yang lain (INSERT, DELETE. Dan UPDATE) tidak perlu. Misal :

$hasil=mysql_query("query yang akan dieksekusi");

Terkadang query yang kita tulis ada yang salah, PHP – MySQL bisa memunculkan error jika terjadi kesalahan query menggunakan fungsi :

mysql_error();

Fungsi mysql_query("query yang akan dieksekusi") mengembalikan nilai TRUE
dan FALSE. TRUE jika query yang dieksekusi benar dalam penulisan dan FALSE
jika penulisan querynya salah. Sehingga hal tersebut dapat ditulis menjadi :

if (!mysql_query("query yang akan dieksekusi")){

echo mysql_error();

exit;

}

atau jika eksekusi querynya disimpan menjadi :

if (!$hasil=mysql_query("query yang akan dieksekusi")){
echo mysql_error();

exit;

}

Fungsi exit untuk menghentikan program sehingga program-program yang dibawahnya tidak akan dikerjakan.

Mengetahui Jumlah Record

Untuk mengetahui jumlah record atau baris dari suatu permintaan query yang menggunakan SELCT digunakan fungsi :

mysql_num_rows(variable_hasil_eksekusi_query);

Membaca Record

Untuk membaca record dari permintaan query yang mengandung SELECT digunakan fungsi :

mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query);

Fungsi ini menghasilkan array dengan indeks nama kolom atau nama field dari table yang berhubungan dengan permintaan query. Yang perlu diperhatikan indeksnya bersifat case-sensitif.

Karena fungsi ini untuk membaca record maka harus disimpan dalam variable untuk ditampilkan. Contoh :

$baris= mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query);

Fungsi ini akan membaca baris/record berikutnya dalam suatu himpunan hasil. Bila tak ada record lagi maka fungsi ini akan memberikan nilai balik berupa nilai FALSE. Oleh sebab itu fungsi ini dapat dimasukkan dalam perulangan while jika hasil dari record yang dibaca berjumlah lebih dari satu. Contoh :

while ($baris= mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query)){
print"$baris[nama_field1]";

print"$baris[nama_field2]";

print"$baris[nama_fieldn]";

}

4 Langkah Mudah Cara Membuat Flash Disk Multi Boot Windows XP, Windows 7, Linux dan Lain-lain

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat multi boot USB Flashdisk. USB flashdish yang digunakan minimal 4GB, saya rekomendasikan 8GB agar lebih leluasa memasukkan file installer. Format file system FAT32.

Langkah-langkahnya :

1. Download WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe disini.

2.  Tancapkan USB Flashdisk ke Komputer dan jalankan file WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe. Pastikan USB Flashdisk anda terdeteksi oleh WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe

3. Tentukan Drive USB Flashdisk anda dan Sistem Operasi yang anda inginkan. Misalnya Windows XP/2003 Setup, Vista/7/Server 2008 Setup/PE/RecoveryISO dan Sistem Oprasi lainnya yang anda inginkan. Tentukan juga Lokasi folder tempat anda meletakkan file instalernya.

4. Klik GO untuk memulai prosesnya.

Demikian Tutorial ini, semoga bermanfaat.

SEKILAS PANDANG BAHASA VISUAL BASIC

             Bahasa pemrograman Visual Basic, dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool adalah alat bantu dalam membangun dan mengembangkan program aplikasi komputer dengan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic ataupun pihak lain.

Visual Basic yang pertama adalah Visal Basic 1.0 yang dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD. Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby.

Perjalanan Bahasa Pemrograman Visual Basic dari awal hingga sekarang ini, sebagai berikut:

  1. Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada Comdex/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia.
  2. Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992.  Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
  3. Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4.
  4. Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi  versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau Access) 1.x
  5. Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic.
  6. Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk  versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5  memperkenalakan kemampuan untuk membuat  User Control.
  7. Visual Basic 6.0 (pertengahan 1999 memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008.
  8. Visual Basic .NET (VB 7), dirilis pada tahun 2002, Beberapa yang mencoba pada versi pertama .NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat powerful tapi bahasa yg digunakan sangat berbeda dengan bahasa sebelumnya, dengan  kekurangan diberbagai area, termasuk runtime-nya yang 10 kali lebih besar dari paket runtime VB6 serta peningkatan penggunan memory.
  9. Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.
  10. Visual Basic 2005 (VB 8.0) , merupakan iterasi selanjutnya dari Visual Basic .NET. dan Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata kata .NET pada judulnya. Pada Rilis ini , Microsoft memasukan bebrapa fitur baru, diantaranya : a) Edit and Continue , mungkin inilah kekurangan fitur terbesar dari  VB .NET . pada VB 2005 ini kita diperbolehkan melakukan perubahan kode pada saat program sedang dijalankan. b) Perbaikan pada Konversi dari VB ke VB NET12Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.
  11. IsNot Patent, merupakan salah satu fitur dari Visual Basic 2005 merupakan konversi If Not X Is Y  menjadi If X  IsNot Y.
  12. Visual Basic 2005 Express , merupkan bagian dari Product Visual Studio. Microsoft membuat Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan yg gemar dengan VB, salah satu produknya adalah Visual Basic 2005 Express yg merupakan produk gratis dari Microsoft.
  13. Visual Basic “Orcas” (VB 9.0) , dirilis pada tahun 2007 dan dibangung diatas .NET 3.5. Pada rilis ini , Microsoft menambahkan beberapa fitur , diantaranya : a) True Tenary operator , yaitu fungsi If(boolean,value, value)  yg digunakan untuk menggantikan fungsi IIF; b) LINQ Support; c) Ekspresi Lambda; d) XML Literals; e) Nullable types; f) Type Inferenc.
  14. Visual Basic ‘VBx’ (VB 10.0) , Visual Basic 10, yang  juga dkenal dengan nama VBx, akan menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan menjadi bagian dari SilverLight 1.1.

Pada ertikel ini versi yang akan dibahas adalah Visual Basic 6.0. Ada ada tiga edisi yang dikeluarkan Microsoft untuk Visual Basic 6.0, yaitu:

1) Visual Basic 6.0 Standard Edition

Standard Edition sangat merekomendasikan bagi pemula yang ingin mempelajari Visual Basic 6 dan mempunyai fasilitas sebagai berikut: a) kemampuan aplikasi 32 bit yang berjalan di Microsoft Win 9x dan Win NT untuk pemula; b) terdiri dari control seperti grid, tab, dan Data Bound; c) memuat Learn Visual Basic Now dan Online Help. d) Microsoft Developer Network CD berisi dokumentasi.

2) Visual Basic 6.0 Propessional Edition

Propessional Edition umumnya digunakan oleh para propessional yang sudah cukup mendalami Visual Basic 6. Tidak terlalu banyak perbedaan dengan Standard Edition, hanya ada beberapa tambahan, diantaranya: ActiveX Control, termasuk Internet Control. IIS (Internet Information Server) Dynamic HTML Page Designer.

3) Visual Basic 6.0 Enterprise Edition

Lebih ditekankan untuk membuat aplikasi yang bersifat server based, tapi program-program aplikasi standard dapat berjalan dengan baik jika menggunakan versi ini. Fasilitas tambahan antara lain:

  • Application Performance Explorer
  • IIS (Internet Information Server)
  • Support for Microsoft Transaction Server 2.0
  • SQL Debugging
  • Visual Component Manager
  • Visual Database Tool

PROFESIONALISME

DESKRIPSI
Profesionalisme  adalah  termasuk  salah  satu  pokok  pembahasan  penting  dalam  etika  profesi  yang  merupakan  bagian  dari  etika  khusus  yang  lalu  dianggap  sebagai  etika terapan.  Setelah  mempelajari    dan  memahami  profesionalisme, maka  para  mahasiswa  mengimplementasikannya  dalam  kehidupan  sehari – hari.  Pada  sesi  ini   akan   dibahas  tentang  pengertian  profesionalisme, prinsip  dasar  profesionalisme  serta arti  dan  pentingnya  profesionalisme  dalam  kegiatan  humas.     

1.1.    PENGERTIAN 
         Kata  “ profesional “  dan “ profesionalisme “  menjadi semacam istilah  kunci  bagi kehidupan  modern  khususnya  dunia  bisnis.  Sering  timbul  kebingungan juga mengenai    pengertian  “ profesi “  sehubungan dengan  istilah  profesi, profesional, dan profesionalisme  yang  dipakai  secara  obral  dalam  hampir  seluruh  aspek  kehidupan. Berbagai  definisi  profesi  dapat  dirangkum  sebagai  berikut  :
Profesi  adalah  pekerjaan  atau  bidang pekerjaan yang  menuntut  pendidikan  keahlian  intelektual tingkat  tinggi  dan tanggung  jawab  etis  yang  mandiri  dalam  prakteknya.
1.2.    PRINSIP DASAR  PROFESIONALISME
Berdsaarkan   definisi  tersebut,  maka  pekerjaan  profesional memuat  3 ( tiga )  unsur  utama  atau  prinsip  dasar    yaitu  keahlian, tanggung jawab, dan  norma  yang  mengatur  kegiatan  pelakunya.  
1.2.1.    KEAHLIAN 
          Pekerjaan   profesinal  biasanya  menuntut  penguasaan  keahlian  tertentu.  Keahlian  ini  memungkinkan  seorang  pekerja  profesional  untuk  memberikan  jasa  spesifik  pada  kliennya  yang  hasil akhirnya  jelas  hubungannya  dengan  tingkat  keahliannya.  Contoh,  adanya  hubungan  langsung  antara  keahlian  medis  seorang  dokter  dengan  penyembuhan  pasiennya atau  keahlian  seorang  arsitek  dengan  rancangan  bangunannya.  Karena  keahlian  bersumber  pada  hal – hal  sebagai  berikut  :
1.2.1.1.    Pengetahuan  ::
                  Suatu profesi  terdiri  dari   sekumpulan  pengetahuan  yang  menjadi  milik  bersama ( a common  body  of  knowledge ).   Seseorang  yang  mau  menjadi   pekerja  profesional  dalam  bidang  profesi  tertentu  harus  bisa  menunjukkan   bahwa   ia  menguasai   kumpulan pengetahuan tersebut  sampai  tingkat  tertentu.  Penguasaan  pengetahuan   yang  dimilikinya  dicapai  melalui  suatu   proses  pendidikan   dan   ujian.  Pada  bidang profesi   yang  sudah  mantap   keterandalannya  di  masyarakat,  bisa  dijadikan  contoh adalah  profesi  dokter,  dalam  bidang  kedokterran   hal – hal  yang  menyangkut  tingkat  penguasaan  pengetahuan  dan  praktek  kerjanya  sudah  terumus  secara  jelas.  Tetapi  dalam  masyarakat  kita  sering  mengenal  banyaknya  profesi  konsultan  manajemen,  yang  mana  pengetahuan  dan  tingkat  penguasaan  bagi  seorang  konsultan  manajemen  belum  jelas  rumusannya.
1.2.1.2.    Keterampilan  dan  cara  kerja  :
   Para  personil   atau   individu  yang  sudah  bisa  menunjukkan  penguasaan  pengetahuan,  keterampilan, dan  cara   kerja  yang  cukup   dapat   diterima   sebagai   pekerja   profesional yang  mandiri  dalam  bidangnya,  artinya  mereka  telah  dianggap  mampu  dan  bertanggung  jawab  penuh  untuk  memberikan  jasa  dalam bidang  keahliannya.
1.2.1.3.    Kemandirian  dan  pengakuan :
                Mereka  yang  sudah dapat  menunjukkan penguasaan pengetahuan,  kererampilan,  dan  cara   kerja   yang   mamadai  menurut  ukuran profesionalisme,  maka  mereka  dapat  diterima  sebagai pekerja  profesional   yang   mandiri  dalam   bidangnya.   Artinya,  secara  mandiri  mereka  dianggap  telah  mampu  dan   memperoleh   pengakuan  serta  bertanggung  jawab  penuh  di dalam  memberikan  jasa  dalam   bidang  keahliannya.
1.2.2.    TANGGUNG  JAWAB
Seseorang  yang  sudah ahli  artinya  ia  adalah  orang  yang  punya  “ kewenangan  profesional “.  Mereka  yang  mempunyai  kewenangan  profesionak  bertanggung  jawab  untuk  menunjukkan  hasil  kerja  yang  berkaitan  keunggulan  mutu   jasa   dan   pengembangan   profesinya,  memberikan  pelayanan  keahlian  yang  terbaik  bagi  kliennya, dapat  menjalin  hubungan  baik  dengan rekannya  dan  mengutamakan  kepentingan  masyarakat.
1.2.2.1.  Keunggulan  Mutu  Jasa  dan  Pengembangan  Profesi  :
  Dalam  kapasitasnya sebagai  seorang  pekerja  profesional  harus  senantiasa  menawarkan  mutu  jasa  yang terbaik dalam  bidang  profesinya. Dalam  kaitan  dengan  keunggulan  mutu  jasa,  seorang  profesional  harus  secara  simultan  mengembangkan  keahlian dirinya   yang  dapat  dilakukannya  bersama – sama  para  rekan – rekannya  dalam profesi  yang  sama.
1.2.2.2.  Pelayanan  Terbaik  bagi  Klien  :
Seorang  profesional  harus  memberikan  pelayanan   yang terbaik  bagi  organisasi  tempatnya  bernaung. Apalagi  dalam  keadaan  dimana  organisasi  atau  klien  sepenuhnya  sangat  tergantung  pada  keahlian  seorang  pekerja  profesional.  Namun,  memberikan pelayanan terbaik tidak  berhubungan  bahwa  seorang  profesional  harus  senantiasa  mengikuti  keinginan klien  atau  organisasinya.  Seorang  profesional  tetap  bertanggung  jawab  di  dalam mempertahankan  kebebasan  dan  integritas  dirinya.

1.2.2.3.  Rekan  Profesi  :
Pekerja  profesional  bertanggung  jawab di dalam  memelihara  saling  pengertian  dan  pertukaran  pengalaman  dengan  rekan  seprofesinya.    Karena  kemajuan  profesi  tergantung dari  hubungan  yang  saling  menghormati,  terbuka  dan  saling  percaya  amtara  para  pekerja  profesional  dalam  satu  bidang profesi.
1.2.2.4.  Kepentingan Umum  :
Kemampuan  yang  dipunyai  oleh  seorang  profesional  gharus  dimanfaatkan  untuk kepentingan umum dan  tidak  untuk  kepentingan  pribadi  atau  perorangan.
1.2.3.     PENGATUR  PERILAKU
Perilaku   profesional diatur  oleh  berbagai  macam   kendali  yaitu  Undang – undang  atau  peraturan  pemerintah, peraturan  atau  kesepakatan  dalam  bidang  profesi,  pengakuan  masyarakat  dan   kesadaran  pribadi.   Antara  Undang – undang  dan  peraturan  pemerintah,  peraturan  dan  kesepakatan  bidang  profesi,  pengakuan  masyarakat  dan  kesadaran  sikap  pribadi  saling  terkairt  erat  di dalam  mengatur  perilaku  profesional, yaitu  :
1.2.3.1.  Undang – undang  dan  peraturan  pemerintah   :
               Mempunyai  fungsi  di dalam  mencegah  praktek  orang  yang  tidak  punyai   “ wewenang  keahlian “  dan  “ melindungi  konsumen  dari  praktek  yang  tidak  bertanggung jawab “. 
1.2.3.2.  Peraturan  dan  kesepakatan  :
Mengutamakan  dua  aspek  regulasi  yaitu  menjamin  mutu  dan  membatasi  persaingan.  Para  profesional  yang tergabung  dalam  suatu  bidang profesi  tertentu,  bersepakat  untuk  melakukan pengendalian  dan  peningkatan  mutu  jasa  profesinya  sendiri  dan  memberikan  batasan – batasan  tentang  cara  memasarkan  jasa  ( tidak  boleh  diiklankan )  yang  mencerminkan  prestise  dan  mutu  jasa. 
1.2.3.3.  Pengakuan  masyarakat  :
Di dalam  rangka  mengatur  perilaku  para  profesional  yang  dikendalikan  dengan  adanya  pengakuan  masyarakat,  karena  pengkuan  masyarakat  yang  menentukan  tegak  runtuhnya  suatu  profesi.
1.2.3.4. Kesadaran  dan sikap  pribadi :
Kesadaran  dan sikap pribadi  perlu dimiliki  oleh para  profesional  di  dalam  mengatur  perilakunya.   Dimana  masing – masing  profesional  harus  mempunyai  kejelasan normatif  bahwa  melayani  kepentingan umum  adalah   kewajiban utamanya   yang harus  dinyatakan  dalam  perbuatan  yang dapat  diterima  dan  dipercaya  oleh  masyarakat.
1.3.    PROFESIONALISME DALAM  KEGIATAN HUMAS
        Para   praktisi  hubungan  masyarakat  sedunia yang terhimpun  dalam  The  International  Public  Relations  Association  membuat  kesepakatan  dalam  merumuskan   definisi   :   “ Hubungan  Masyarakat   adalah   fungsi  manajemen   dari   budi  yang   dijalankan  secara   berkesinambungan   dan  berencana, dengan   mana  organisasi – organisasi   dan   lembaga – lembaga   yang   bersifat   umum  dan   pribadi  berusaha   memperoleh  dan  membina   pengertian,  simpati   dan   dukungan    dari   mereka   yang   ada   sangkut   pautnya   atau   yang   mungkin   ada  sangkut – pautnya   dengan  menilai   pendapat   umum   di  antara  mereka   dengan  tujuan   sedapat   mungkin   menghubungkan   kebijaksanaan  dan  ketatalaksanaan  mereka,   guna   mencapai   kerjasama   yang  lebih  produktif   dan  untuk  melaksanakan   kepentingan   bersama   yang   lebih  efisien,  dengan  melancarkan  informasi   yang  berencana   dan  tersebar   luas. “
The  British  Institute   of  Public  Relations   mendifinisikan   fungsi  hubungan  masyrakat   sebagai   berikut :  “  Hubungan  Masyarakat   adalah  fungsi   manajemen  yang  khas   yang  mendukung   dan  memelihara   jalur bersama  bagi komunikasi, pengertian, penerimaan, dan  kerjasama antara  organisasi dengan  khalayak ; melibatkan  manajemen  dalam  permasalahan atau  persoalan ;  membantu  manajemen  memperoleh penerangan  dan  tanggap terhadap   opini  publik ; menetapkan  dan  menegaskan  tanggung  jawab  manajemen  dalam  melayani kepentingan  umum ;  menopang  manajemen  dalam  mengikuti  dan  memanfaatkan perubahan secara  efektif   dalam  penerapannya sebagai sistem peringatan secara  dini guna membantu  mengantisipasi  kecenderungan ;  dan  menggunakan  penelitian  serta  teknik – teknik  komunikasi yang  sehat   dan  etis   sebagai kegiatan utamanya.”
        Berdasarkan  definisi – definisi  di  atas   maka   jelas  bahwa  kegiatan hubungan  masyarakat   adalah  merupakan  suatu  paduan  dari  pengetahuan,  keterampilan  serta  metode  yang harus  dipejari  secara  simultan  agar   menjadi  profesional  humas  yang handal  sehingga  dapat  menghasilkan suatu  hasil karya yang  bermutu  tinggi yang  didasari  oleh suatu  keterampilan dan  cara  kerja yang  berkualitas  yang diakui  oleh bidang  profesinya   Humas di  dalam  menjalankan  tugasnya   berpegang kepada   kepentingan  masyarakat   umum   ( khalayak  intern  dan  khalayak  ekstern )   yang  selalu   berupaya untuk  melayaninya   secara  optimal,  dan  bertanggung  jawab   akan pengaruh  opini publik   di  dalam  menyajikan  fakta  dan  pandangan kepada  khalayak  sehingga dapat menecegah  terjadinya rintangan  psikologi yang  timbul  dari  pihak organisasi maupun  dari  pihak  publik.   Karena  operasionalisasi  humas  adalah  membina  hubungan yang   harmonis   antara  organisasi  dengan publik,  profesional   humas  adalah  orang  yang   mempunyai  kesadaran   dan  sikap  pribadi  yang   menitikberatkan  moral  dan   perilaku  yang   baik,   baik  di dalam  melayani  kepentingan umum  yang  merupakan  kewajiban utamanya  juga  dalam  perbuatan  yang dapat diterima  dan   dipercaya oleh  masyarakat.         

KEPUSTAKAAN  :
Dr. Bachtiar  Aly, M.A., Teknik  Hubungan  Masyarakat, Universitas  Terbuka,  Jakarta, 1995
Dr. A. Sonny  Keraf, Etika  Bisnis, Pustaka  Filsafat, Kanisius Yogyakarta, 1998
Anugerah  Pekerti, Ph.D., Profesi Makna  dan Pemahamannya  untuk  Acuan Kerja, 1995.

Aplikasi Penguncian Folder Menggunakan Batch File (2)

1.   Ketik Script dibawah ini di Notepad dan simpan dengan nama Kunci.Bat

@echo off
set/p  "pilih=Masukkan Pilihan [1. Untuk Kunci 2. Untuk Buka] : "
if %pilih%==1 goto kunci
if %pilih%==2 goto buka

:kunci
set/p "folder=Masukkan folder yang mau di kunci : "
if exist %folder% goto A
if not exist %folder% goto B

:A
ren %folder% "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder berhasil di kunci
pause null
goto End
:B
echo Folder yang ingin dikunci tidak ditemukan
goto kunci

:buka

set/p "pass=Masukkan Password : "
if NOT %pass%== hacker goto salah

set/p "folder=Masukkan folder yang mau di buka: "

if not EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto End
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" %folder%
echo Folder berhasil dibuka
@pause null
goto End
:salah
echo Pasword Salah
goto buka

:End

2.  Untuk  menjalankan Aplikasi tersebut, cukup Klik 2X

3.  Masukkan password: hacker

4.  Selamat Mencoba

Aplikasi Penguncian Folder Menggunakan Batch File (1)

1.   Ketik Script dibawah ini di Notepad dan simpan dengan nama Kunci.Bat

@echo off
i
f EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Folder mau dikunci ? : (Y/N)
set/p "cho="
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Pilihan Salah
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder berhasil di kunci
pause null
goto End
:UNLOCK
echo Untuk membuka kunci, silahkan masukkan password
set/p "pass="
if NOT %pass%== hacker goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder berhasil dibuka
@pause null
goto End
:FAIL
echo Password salah
goto End
:MDLOCKER
md Locker
echo Folder Locker berhasil di buat
echo Masukkan file atau folder yang akan dikunci kedalam folder tersebut
pause null
:End

2.  Untuk  menjalankan Aplikasi tersebut, cukup Klik 2X

3.  Masukkan password: hacker

4.  Selamat Mencoba

TEORI-TEORI MOTIVASI

 

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..

Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.

Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.

A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.

clip_image001

• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)

• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)

• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)

• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)

• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)

Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR

Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer

a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja

b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.

c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.

d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :

  1. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
  2. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
  3. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
  4. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)

Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas

• Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan

E. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),

yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:

• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)

• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)

• Need for Power (dorongan untuk mengatur)

F. Clayton Alderfer ERG

Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.

Aplikasi Penjualan Barang Menggunakan Vb 6.0 dan SQL Server 2000

  1. Desain Database dan Tabel seperti berikut :
  2. image image
  3. Buat digram seperti :
  4. image
  5. Buat view seperti :
  6. image
  7. Desain Form di VB 6.0
  8. image
  9. Hubungkan tabel Barang dengan ADODC1, Tabel Transaksi dengan ADODC2 dan View dengan ADODC3
  10. Ketikkan Kode Program dibawah ini

Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = 0
Adodc2.Refresh
Adodc2.Recordset.AddNew
Adodc2.Recordset.Fields(0) = Text7.Text
Adodc2.Recordset.Fields(1) = Text1.Text
Adodc2.Recordset.Fields(2) = Text2.Text
Adodc2.Recordset.Fields(3) = Date
Adodc2.Recordset.Update
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’" & Text7.Text & "’"
Adodc3.Refresh
For X = 1 To Adodc3.Recordset.RecordCount
Text3.Text = Val(Text3.Text) + Adodc3.Recordset.Fields("total")
Adodc3.Recordset.MoveNext
Next X

Text2.Text = 1
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
‘Menblok isi text1
Text1.SetFocus
Text1.SelStart = 0
Text1.SelLength = Len(Text1)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Adodc2.Refresh
Text7.Text = Format(Date, "ddmmyy") & "TX" & Adodc2.Recordset.RecordCount + 1
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’gfergrereyreyreuyrethuyreuy’"
Adodc3.Refresh
End Sub

Private Sub Form_Load()
Text1.Text = ""
Text2.Text = 1
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""
Adodc2.Refresh
Text7.Text = Format(Date, "ddmmyy") & "TX" & Adodc2.Recordset.RecordCount + 1
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’gfergrereyreyreuyrethuyreuy’"
Adodc3.Refresh
Label1.Caption = Format(Date, "dddd, dd mmmm yyyy")
End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Dim CARI As String
CARI = "KODE_BRG=’" & Text1.Text & "’"
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find CARI
If Adodc1.Recordset.EOF Then
   MsgBox "data tdk ada"
Else
   Text4.Text = Adodc1.Recordset.Fields(1)
   Text5.Text = Adodc1.Recordset.Fields(2)
   Text2.SetFocus
   Text2.SelStart = 0
   Text2.SelLength = Len(Text2)
End If
End If
End Sub

Private Sub Text2_Change()
   Text6.Text = Val(Text2.Text) * Val(Text5.Text)

End Sub

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
   Text6.Text = Val(Text2.Text) * Val(Text5.Text)
   Command1.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Text8_Change()
Text9.Text = Val(Text8.Text) – Val(Text3.Text)
End Sub

Hasilnya :

image

Teori Kebenaran

Apakah kebenaran itu, suatu pertanyaan yang sangat menukiki bila kita sedang mendebatkan masalah. Apakah itu masalah ekonomi hingga politik yang rumit.
Kebenaran acapkali diperdebatkan, namun makna sebenarnya acapkali ditinggal.
“Jika anak kecil digigit anjing maka yang benar anak tersebut harus berganti menggigit anjing”, apakah ini juga suatu kebenaran ??
TEORI KORESPONDENSI TENTANG KEBENARAN

Teori yang pertama ialah teori korespondensi [Correspondence Theory of Truth], yang kadang kala disebut The accordance Theory of Truth. Menurut teori ini dinyatakan bahwa, kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian [correspondence] antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya.
a proposition (or meaning) is true if there is a fact to which it corresponds, if it expresses what is the case

[Suatu proposisi atau pengertian adalah benar jika terdapat suatu fakta yang selaras dengan kenyataannya, atau jika ia menyatakan apa adanya].
"Truth is that which conforms to fact; which agrees with reality; which corresponds to the actual situation."

[Kebenaran adalah yang bersesuaian dengan fakta, yang beralasan dengan realitas, yang serasi (corresponds) dengan situasi actual].
Truth is that which to fact or agrees with actual situation. Truth is the agreement between the statement of fact and actual fact, or between the judgment and the environmental situation of which the judgment claims to be an interpretation."

[Kebenaran ialah suatu yang sesuai dengan fakta atau sesuatu yang selaras dengan situasi aktual. Kebenaran ialah persesuaian (agreement) antara pernyataan (statement) mengenai fakta dengan fakta aktual; atau antara putusan (Judgment) dengan situasi seputar (Enviromental situation) yang diberinya intepretasi.

if a judgment corresponds with the facts, it is the true; if not, it is false."

[Jika suatu putusan sesuai dengan fakta, maka dapat dikatakan benar ; Jika tidak maka dapat dikatakan salah].
Teori korespondensi ini sering dianut oleh realisme/empirisme.
K. Rogers, adalah seorang orang penganut realisme kritis Amerika, yang berpendapat bahwa : keadaan benar ini terletak dalam kesesuaian antara "esensi atau arti yang kita berikan" dengan "esensi yang terdapat didalam obyeknya".
"Epistemological realism.The view that there is an independent reality apart from minds, and we do not change it when we come to experience or to know it; sometimes called objectivism"
[Realisme epistemologis berpandangan, bahwa terdapat realitas yang independence (tidak tergantung), yang terlepas dari pemikiran; dan kita tidak dapat mengubahnya bila kita mengalaminya atau memahami. Itulah sebabnya realisme epitemologis kadangkala disebut obyektivisme]. Dengan perkataan lain: realisme epistemologis atau obyektivisme
berpegang kepada kemandirian sebuah kenyataan tidak tergantung pada yang di luarnya.
Dalam perpustakaan Marxis dapat dibaca :
If our sensations, perception, notions, concepts and theories corresponds to objective reality, if reflect if faithfully, we say that they are true, while true statement, judgment or theories are called the truth.

[Jika sensasi kita, persepsi kita, pemahaman kita, konsep dan teori kita bersesuaian dengan realitas obyektif, dan jika itu semua mencerminkannya dengan cermat, maka kita katakan itu semua benar: pernyataan, putusan dan teori yang benar kita sebut kebenaran].
"Dialectical materialism understands truth as that knowledge of an objective/ with correctly reflect this objectives, i.e. correspond to it"

[Materialisme dialektika memahamkan kebenaran sebagai pengetahuan tentang sesuatu obyek, yang mencerminkan obyek tersebut secara tepat, dengan perkataan lain, bersesuaian dengan obyek yang dimaksud]
"For example, the scientific propositions that "Bodies consists of atoms", that the " Earth prior to man", that "the people are makers of history", etc. are true
"
[misalnya pengertian ilmiah bahwa "tubuh terdiri dari atom-atom"' bahwa "Bumi lebih dahulu ada dari pada manusia", bahwa "rakyat adalah pembuat sejarah", dan lain sebagainya, adalah benar].
In contrast to idealism, dialectical materialism maintains that truth is objective. Since truth reflects the objectively existing word, its content does not depend on man’s consciousness.

Objective truth, LENIN Wrote, is the content of our knowledge, which neither on mans, nor on mankind. The content of truth is fully determined by the objective process it reflects
Berlawanan dengan idealisme, maka meterialisme dialektika mempertahankan bahwa kebenaran adalah obeyektif. Selama kebenaran mencerminkan dunia wujud secara obyektif, maka wujudnya itu tergantung pada kesadaran manusia. Kebenaran obyektif, tulis Lenin, adalah kandungan pengetahuan kita yang tidak tergantung, baik kepada manusia maupun kepada kemanusiaan. Kandungan kebenaran sepenuhnya ditentukan oleh proses abyektif yang tercerminkannya.
LENIN Menulis:
"From live contemplation to abstract thinking and from that to practice, such is the dialectical process of cognizing the truth, of cognizing objective reality.

[Dari renungan yang hidup menuju ke pemikiran yang abstrak, dan dari situ menuju praktek, demikianlah proses dialektis tentang pengenalan atas kebenaran, atas realitas obyektif].
Selajunya kaum marxist mengenal dua macam kebenaran, yaitu (a) kebenaran mutlak dan (b) kebenaran relatif]

"Absolute truth is objective truth in its entirety, an absolutely exact reflection of reality"

[Kebenaran mutlak ialah kebenaran yang selengkapnya obyektif, yaitu suatu pencerminan dari realitas secara pasti mutlak]
" Relative truth is incomplete correspondence of knowledge to reality. Lenin called this truth the relatively true reflection of an object which is independent of man"

[Kebenaran relatif adalah pengetahuan mengenai relaitas yang kesesuaianya tidak lengkap, tidak sempurna. Menurut Lenin, kebenaran relatif adalah pencerminan dari obyek yang relatif benar, yang terbatas dari manusia].
"Every truth is objective truth”
[setiap kebenaran adalah kebenaran yang obyektif].
"Relative truth is imperfect, incomplete truth.

[kebenaran relatif adalah kebenaran yang tidak sempurna, tidak lengkap]
SIMPULAN :
Mengenai Teori Korespondensi tentang kebenaran dapat disimpulkan sebagai berikut :
Kita mengenal dua hal, yaitu : pertama pernyataan dan kedua keyataan. Menurut teori ini kebenartan iaah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu sendiri.
Sebagai contoh dapat dikemukakan : " Surabaya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Timur sekarang" ini adalah sebuah pernyataan; dan apabila kenyataannya memang Surabaya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ", pernyataan itu benar, maka pernyataan itu adalah suatu kebenaran.
Rumusan teori korespondensi tentang kebenaran itu bermula dari ARIESTOTELES, dan disebut teori penggambaran yang definisinya berbunyi sebagai berikut :

“VERITAS EST ADAEQUATIO INTELCTUS ET RHEI”
[kebenaran adalah persesuaian antara pikiran dan kenyataan].

TEORI KONSISTENSI TENTANG KEBENARAN

Teori yang kedua adalah Teori Konsistensi.
The Consistence Theory Of Truth, yang sering disebut dengan The coherence Theory Of Truth.
" According to this theory truth is not constituted by the relation between a judgment and something else, a fact or really, but by relations between judgment themselves "

[Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgment) dengan sesuatu yang lalu, yakni fakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri].
Dengan demikian, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui benarnya terlebih dahulu.
Jadi suatu proposisi itu cenderung untuk benar jika proposisi itu coherent [saling berhubungan] dengan proposisi yang benar, atau jika arti yang terkandung oleh proposisi tersebut koheren dengan pengalaman kita.
" A belief is true not because it agrees with fact but because it agrees, that is to say, harmonizes, with the body knowledge that we presses”

[Suatu kepercayaan adalah benar, bukan karena bersesuaian dengan fakta, melainkan bersesuaian/selaras dengan pengetahuan yang kita miliki]
"It the maintained that when we accept new belief as truths it is on the basis of the manner in witch they cohere with knowledge we already posses”
[Jika kita menerima kepercayan-kepercayaan baru sebagai kebenaran-kebenaran, maka hal itu semata-mata atas dasar kepercayaan itu saling berhubungan [cohere] dengan pengetahuan yang kita miliki]
A judgment is true it if consistent with other judgment that are accepted or know to be true. True judgment is logically coherent with other relevance judgment

[suatu putusan adalah benar apabila putusan itu konsisten dengan putusan-putusan yang terlebih dahulu kita terima, dan kita ketahui kebenarannya. Putusan yang benar adalah suatu putusan yang saling berhubungan secara logis dengan putusan-putusan lainnya yang relevance]
Jadi menurut teori ini , putusan yangh satu dengan puitusan yang lainnya saling berhubungan dan saling menerangkan satu sama lainnya.
"The truth is systematic coherence
[Kebenaran adalah saling hubungan yang sistematik]
" Truth is consistency”
[kebenaran adalah konsistensi, selaras, kecocokan]
Selanjutnya teori konsistensi/koherensi ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
Kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainnya yang lebih dahulu kita akui/ terima/ ketahui kebenarannya.
Kedua:
Teori ini dapat juga dinamakan teori justifikasi tentang kebenaran, karena menurut teori ini suatu putusan dianggap benar apabila mendapat justifikasi putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah dikatahu kebenarannya.
Misalnya:
Bungkarno, adalah ayahanda Megawati Sukarno Puteri, adalah pernyataan yang kita ketahui, kita terima, dan kita anggap benar.
Jika terdapat penyataan yang koheren dengan pernyataan tersebut diatas, maka pernyataan ini dapat dinyatakan Benar. Kerena koheren dengan pernyataan yang dahulu:
Misalnya.
- Bungkarno memiliki anak bernama Megawati Sukarno Putri
- Anak-anak Bungkarno ada yang bernama Megawati Sukarno Putri
- Megawati Sukarno Putri adalah keturunan Bungkarno
- Dll
TEORI PRAGMATISME

Teori ketiga adalah teori pragmatisme tentang kebenaran, the pragmatic [pramatist] theory of truth. Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani pragma, artinya yang dikerjakan, yang dapat dilaksanakan, dilakukan, tindakan atau perbuatan.
Falsafah ini dikembangan oleh seortang orang bernama William James di Amerika Serikat.
Menurut filsafat ini dinyatakan, bahwa sesuatu ucapan, hukum, atau sebuah teori semata-mata bergantung kepada asas manfaat. Sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat.
Suatu kebenaran atau suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia. Teori, hipotesa atau ide adalah benar apabila ia membawa kepada akibat yang memuaskan, jiak membawa akibat yang memuaskan, dan jika berlaku dalam praktik, serta memiliki niali praktis, maka dapat dinyatakan benar dan memiliki nilai kebenaran.
Kebenaran terbukti oleh kegunannya, dan akibat-akibat praktisnya. Sehingga kebenaran dinyatakan sebagai segala sesuatu yang berlaku.
Menurut William James “ ide-ide yang benar ialah ide-ide yang dapat kita serasikan, jika kita umumkan berlakunya, kita kuatkan dan kita periksa.
Menurut penganut praktis, sebuah kebenaran dimaknakan jika memiliki nilai kegunaan [utility] dapat dikerjakan [workability], akibat atau pengaruhnya yang memuaskan [satisfactory consequence].
Dinyatakan sebuah kebenaran itu jika memilki “hasil yang memuaskan “[satisfactory result], bila :
Sesuatu yang benar jika memuaskan keinginan dan tujuan manusia
Sesuatu yang benar jika dapat diuji benar dengan eksperimen
Sesuatu yang benar jika mendorong atau membantu perjuangan biologis untuk tetap ada.
RUJUKAN YANG DIGUNAKAN:

  1. Alex Lanur OFM [1993] Hakikat Pengertahuan dan Cara Kerja Ilmu-ilmu : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta–91:99
  2. Alfon Taryadi [1989] Epistemologi Pemecahan Masalah {menurut Karl. R. Popper] : Penerbit PT Gramedia Jakarta–Bab III 67:89
  3. Amsal Bakhtiarr [2004] Filsafat Ilmu : PT Raja Grafindo Persada Jakarta–Bab III 85 : 1224
  4. Endang Safiudin [1987] Ilmu, Filsafat dan Agama : PT Bina Ilmu–Bab III 85 : 1224
    Jujun Suriamantri [2004] Ilmu Dalam Perpektif [Sebuah kumpulan karangan tentang hakikat ilmu] : Yayasan Obor Indonesia Jakarta—Bab IV 61:70
  5. ——————— [2004] Filsafat Ilmu [Sebuah Pengantar Populer] : Yayasan Sinar Harapan Jakarta—ab V 165:211,
  6. ———————[2004] Ilmu Dalam Perpektif Moral, Sosial dan Politik Penerbit Gramedia JakartaBab 10 74:87 Bab XI 81:87
  7. Mohammad Muslih [[2004] Filsafat Ilmu [Kajian atas asumsi Dasar Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengethuan] : Penerbit Belukar Bab V 89:119
  8. Mohammad Zaenudin[2003] Menggoyang Pikiran [ Menuju Alam Makna] : Penerbit Pustaka Remaja —Bab VII 62 : 79