ADODB Visual Basic 6.0 Dengan Database Microsoft Access
1. Desain database dan form seperti dibawah ini
2. Buat Modul di tuliskan Code dibawah ini
‘deklarasi variabel CnAc sebagai ADODB.Connection
Public CnAc As ADODB.Connection
‘Fungsi untuk megkoneksikan database
Public Function OpenDb()
Set CnAc = Nothing
Set CnAc = New ADODB.Connection
CnAc.ConnectionString = "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;" & _
"Persist Security Info = False; Data Source=" & _
App.Path & "\akun.mdb; Mode=ReadWrite;Jet OLEDB:"
CnAc.CursorLocation = adUseClient
CnAc.Open
End Function
3. Ketikkan Code dibawah ini pada form anda
Option Explicit
Dim Rs_akun As ADODB.Recordset
‘Code untuk menyimpan data
Private Sub Command1_Click()
Dim sqlsimpan As String
sqlsimpan = "Insert Into akun(kode_akun,nomor_akun,kelompok_akun,nama_akun)" _
& " Values(‘" & Text1.Text & "’,'" & Text2.Text & "’, ‘" & Text3.Text & "’,'" & Text4.Text & "’)"
CnAc.Execute sqlsimpan, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub
‘Code untuk mencari data
Private Sub Command2_Click()
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun WHERE KODE_AKUN like ‘" & Text1.Text & "%" & "’", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
End Sub
‘Code untuk merubah data
Private Sub Command3_Click()
Dim sqlupdate As String
sqlupdate = "update akun set nomor_akun=’" & Text2.Text & "’ , kelompok_akun=’" & Text3.Text & "’, nama_akun= ‘" & Text4.Text & "’ where kode_akun=’" & Text1.Text & "’"
CnAc.Execute sqlupdate, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub
‘Code untuk menghapus data
Private Sub Command4_Click()
Dim sqldelete As String
sqldelete = "delete FROM akun where kode_akun=’" & Text1.Text & "’"
CnAc.Execute sqldelete, , adCmdUnknown
Rs_akun.Requery
End Sub
Private Sub Form_Load()
Call OpenDb
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
End Sub
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
If Text1.Text = "" Then
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
Else
Set Rs_akun = Nothing
Set Rs_akun = New ADODB.Recordset
Rs_akun.Open "select * from akun where kode_akun=’" & Text1.Text & "’", CnAc, adOpenDynamic, adLockOptimistic
Set DataGrid1.DataSource = Rs_akun
Text2.Text = Rs_akun.Fields(1)
Text3.Text = Rs_akun.Fields(2)
Text4.Text = Rs_akun.Fields(3)
End If
End If
End Sub
Cookie vs Session
Pengertian Cookie
Dalam PHP Cookie adalah sepotong informasi yang diberikan oleh suatu website kepada komputer client. Informasi yang ada didalam cookie berbeda-beda untuk setiap website, tergantung kebutuhan dari website tersebut. Kapan cookie diberikan ? biasanya ketika anda mengunjungi website, atau login dalam sistem tertentu, secara otomatis cookie akan masuk ke dalam komputer anda. Besarnya cookie hanya beberapa kilobyte saja (tenang saja, selama ini belum ada kasus hardisk komputer penuh karena cookie Cookie hampir sama konsepnya dengan session, perbedaanya hanya pada letak variable tersebut. Kalau cookie berada di komputer client sedangkan session berada di server.Ya, kedua-duanya bisa digunakan untuk tujuan yang sama. Nah bagaimana teknis mengeset dan menggunakan cookie ? simak terus !
Cara mengeset cookie dan session hampir sama, perbedaanya untuk mengeset cookie anda tidak perlu menambahkan baris session_start() untuk mengakses cookie. Tidak ada gantinya untuk baris session_start(), singkatnya pada kasus cookie tidak diperlukan baris macam ini. Yang perlu diperhatikan bahwa cookie harus di set pada awal halaman, sedang cara mengaksesnya sama dengan mengakses session. Teknisnya saja mas, bagaimana ?Ok langsung menuju tempat latihan.
$NamaCookie="Cookie-Cookie";
$IsiCookie="Coklat Pasta dengan rasa pisang";
$BatasWaktu=time()+3600; $path="/~server/";
$domain=http://kamaluddin.netau.net;
$secure=1 //(1/0);
setcookie($NamaCookie,$IsiCookie,$BatasWaktu,$path,$domain,$secure);
?>
Begitulah, cookie anda sudah terbentuk. Anda bis mengganti variable-variable diatas sesuai dengan kebutuhan sistem anda. Anda tidak harus menggunakan semua parameter diatas. Cookie bisa diset hanya dengan kode seperti dibawah ini.
$NamaCookie="Cookie-Cookie";
$IsiCookie="Coklat Pasta dengan rasa pisang";
setcookie($NamaCookie,$IsiCookie);
?>
tetapi dengan seting default yang telah di seting pada file php.ini. Cookie harus diset sebelum ada output yang dikirim, sama dengan session. Berikut kutipan dari PHP Manual
Like other headers, cookies must be sent before any output from your script (this is a protocol restriction). This requires that you place calls to this function prior to any output, including and tags as well as any whitespace
Bagaimana Cara Mengakses Cookie ?
Untuk mengakses cookie sangat mudah, layaknya mengakses session. berikut kode yang digunkan untuk mengakses cookie yang telah diset.
echo $_COOKIE["Cookie-Cookie"];
?>
Bagaimana Menghilangkan Cookie ?
Mudah saja, anda bisa menghilangkan cookie langsung dari browser anda. Jika menggunakan internet explorer, pilih Tool->Internet Option, kemudian tekan tombol Delete Cookie, maka cookie akan terhapus. Jika menggunakan firefox pilih menu Tool->Clear Private Data atau dengan menggunakan tombol Ctrl+Shif+Del. Kemudian centang Cookie, kemudian klik Clear Private Data Now.Cara lain dengan menggunakan PHP adalah
if (isset($_COOKIE["Cookie-Cookie"])){
unset($_COOKIE["Cookie-Cookie"]);
}
?>
Cookie atau session adalah pilihan menggunakan teknologi untuk menyimpan data. Dengan menggunakan cookie berarti anda harus tahu bahwa data akan disimpan di komputer client, berarti komputer client bisa memodifikasi data tersebut (jika anda tidak menggunakan enkripsi), dan keamanan server anda akan terancam. Tapi jika anda menggunakan enkripsi untuk menyamarkan data anda, hal itu tidak menjadi masalah selama enkripsi yang digunakan masih ampuh. Contohnya google sudah mulai menggunakan Cookie untuk menyimpan data login. Di komputer saya cookie dari google, sampai sekarang masih bertahan. Satu lagi kelebihan cookie dibanding session, yaitu bisa diakses oleh javascript. Jadi selama ini ada anggapan bahwa javascript tidak bisa berhubungan dengan PHP, adalah kurang tepat karena cookie bisa menjadi jembatan antara PHP dan javascript. Artikel tentang ini akan dibahas kemudian.
Sedangkan session disimpan di server, artinya semakin banyak session yang diset, maka semakin banyak juga resource yang dibutuhkan. Mungkin hal ini juga yang menjadi pertimbangan Google untuk memutuskan menggunakan cookie. Sebagai ganti dari resource tersebut, session lebih aman ketimbang cookie, karena letaknya di server.
Pengertian Session
Sebuah session dapat digunakan untuk membentuk interaksi antara sebuah klien dengan web server dalam selang waktu tertentu. Session diimplementasikan dengan menyimpan data pada server. Dengan demikian tidak perlu ada komunikasi bolak-balik antara web server dan klien ketiika web server membutuhkan data tersebut.
Mengawali dan Mengakhiri Session
Untuk mengawali session digunakan fungsi :
session_start();
Untuk mengakhiri session digunakan fungsi :
session_destoyr();
Namun biasanya session akan berkahir juga jika browsernya ditutup.
Mendaftarkan Variabel Session
Sebuah variable atau lebih bisa didfatarkan pada session sehingga variable tersebut akan menjadi variable session dengan fungsi :
session_register("nama_variabel");
Mengecek Variabel Session
Variabel Session dapat dicek apakah terdaftar atau tidak menggunakan fungsi :
session_is_registered(nama_variabel);
Mencabut Pendaftaran Variaebl Session
Untuk mencabut variable session yang sudah terdaftar digunakan fungsi :
session_unregister("nama_variabel");
PHP dan MySQL
Koneksi PHP dan MySQL
PHP bukanlah software database sehingga harus ada tempat penyimpan data. Pada bagian terdahulu kita telah belajar penyimpanan data menggunakan file. Data-data yang disimpan bisa disimpan pula pada sebuah software database kemudian PHP mengakses software database tersebut. Software database yang digunakan adalah MySQL.
Fungsi untuk koneksi ke MySQL adalah :
mysql_connect("host","user","password");
host menyatakan nama host tempat MySQL berada
user menyatakan nama user yang digunakan untuk melakukan koneksi password menyatakan password user.
Menutup Koneksi
Jika script PHP berakhir biasanya hubungan ke database juga tertutup, namun jika dikehendaki secara yakin koneksi tersebut terputus maka digunakan fungsi :
mysql_close(variable_penyimpan_koneksiMySQL)
Mengaktifkan Database
Untuk mengaktifkan salah satu database yang ada di MySQL digunakan fungsi :
mysql_select_db("nama_database");
Mengeksekusi Query
Untuk mengeksekusi sebuah query yang berkaitan dengan table digunakan fungsi
mysql_query("query yang akan dieksekusi");
untuk query yang mengandung SELECT biasanya hasil ekseskusi query disimpan dalam variable sedangkan query yang lain (INSERT, DELETE. Dan UPDATE) tidak perlu. Misal :
$hasil=mysql_query("query yang akan dieksekusi");
Terkadang query yang kita tulis ada yang salah, PHP – MySQL bisa memunculkan error jika terjadi kesalahan query menggunakan fungsi :
mysql_error();
Fungsi mysql_query("query yang akan dieksekusi") mengembalikan nilai TRUE
dan FALSE. TRUE jika query yang dieksekusi benar dalam penulisan dan FALSE
jika penulisan querynya salah. Sehingga hal tersebut dapat ditulis menjadi :
if (!mysql_query("query yang akan dieksekusi")){
echo mysql_error();
exit;
}
atau jika eksekusi querynya disimpan menjadi :
if (!$hasil=mysql_query("query yang akan dieksekusi")){
echo mysql_error();
exit;
}
Fungsi exit untuk menghentikan program sehingga program-program yang dibawahnya tidak akan dikerjakan.
Mengetahui Jumlah Record
Untuk mengetahui jumlah record atau baris dari suatu permintaan query yang menggunakan SELCT digunakan fungsi :
mysql_num_rows(variable_hasil_eksekusi_query);
Membaca Record
Untuk membaca record dari permintaan query yang mengandung SELECT digunakan fungsi :
mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query);
Fungsi ini menghasilkan array dengan indeks nama kolom atau nama field dari table yang berhubungan dengan permintaan query. Yang perlu diperhatikan indeksnya bersifat case-sensitif.
Karena fungsi ini untuk membaca record maka harus disimpan dalam variable untuk ditampilkan. Contoh :
$baris= mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query);
Fungsi ini akan membaca baris/record berikutnya dalam suatu himpunan hasil. Bila tak ada record lagi maka fungsi ini akan memberikan nilai balik berupa nilai FALSE. Oleh sebab itu fungsi ini dapat dimasukkan dalam perulangan while jika hasil dari record yang dibaca berjumlah lebih dari satu. Contoh :
while ($baris= mysql_fetch_array(variable_hasil_eksekusi_query)){
print"$baris[nama_field1]";
print"$baris[nama_field2]";
…
print"$baris[nama_fieldn]";
}
4 Langkah Mudah Cara Membuat Flash Disk Multi Boot Windows XP, Windows 7, Linux dan Lain-lain
Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial untuk membuat multi boot USB Flashdisk. USB flashdish yang digunakan minimal 4GB, saya rekomendasikan 8GB agar lebih leluasa memasukkan file installer. Format file system FAT32.

Langkah-langkahnya :
1. Download WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe disini.
2. Tancapkan USB Flashdisk ke Komputer dan jalankan file WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe. Pastikan USB Flashdisk anda terdeteksi oleh WinSetupFromUSB_1-0-beta7.exe
3. Tentukan Drive USB Flashdisk anda dan Sistem Operasi yang anda inginkan. Misalnya Windows XP/2003 Setup, Vista/7/Server 2008 Setup/PE/RecoveryISO dan Sistem Oprasi lainnya yang anda inginkan. Tentukan juga Lokasi folder tempat anda meletakkan file instalernya.

4. Klik GO untuk memulai prosesnya.
Demikian Tutorial ini, semoga bermanfaat.
SEKILAS PANDANG BAHASA VISUAL BASIC
Bahasa pemrograman Visual Basic, dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool adalah alat bantu dalam membangun dan mengembangkan program aplikasi komputer dengan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic ataupun pihak lain.
Visual Basic yang pertama adalah Visal Basic 1.0 yang dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD. Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby.
Perjalanan Bahasa Pemrograman Visual Basic dari awal hingga sekarang ini, sebagai berikut:
-
Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada Comdex/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia.
-
Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
-
Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4.
-
Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau Access) 1.x
-
Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic.
-
Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control.
-
Visual Basic 6.0 (pertengahan 1999 memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008.
-
Visual Basic .NET (VB 7), dirilis pada tahun 2002, Beberapa yang mencoba pada versi pertama .NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat powerful tapi bahasa yg digunakan sangat berbeda dengan bahasa sebelumnya, dengan kekurangan diberbagai area, termasuk runtime-nya yang 10 kali lebih besar dari paket runtime VB6 serta peningkatan penggunan memory.
-
Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.
-
Visual Basic 2005 (VB 8.0) , merupakan iterasi selanjutnya dari Visual Basic .NET. dan Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata kata .NET pada judulnya. Pada Rilis ini , Microsoft memasukan bebrapa fitur baru, diantaranya : a) Edit and Continue , mungkin inilah kekurangan fitur terbesar dari VB .NET . pada VB 2005 ini kita diperbolehkan melakukan perubahan kode pada saat program sedang dijalankan. b) Perbaikan pada Konversi dari VB ke VB NET12Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.
-
IsNot Patent, merupakan salah satu fitur dari Visual Basic 2005 merupakan konversi If Not X Is Y menjadi If X IsNot Y.
-
Visual Basic 2005 Express , merupkan bagian dari Product Visual Studio. Microsoft membuat Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan yg gemar dengan VB, salah satu produknya adalah Visual Basic 2005 Express yg merupakan produk gratis dari Microsoft.
-
Visual Basic “Orcas” (VB 9.0) , dirilis pada tahun 2007 dan dibangung diatas .NET 3.5. Pada rilis ini , Microsoft menambahkan beberapa fitur , diantaranya : a) True Tenary operator , yaitu fungsi If(boolean,value, value) yg digunakan untuk menggantikan fungsi IIF; b) LINQ Support; c) Ekspresi Lambda; d) XML Literals; e) Nullable types; f) Type Inferenc.
-
Visual Basic ‘VBx’ (VB 10.0) , Visual Basic 10, yang juga dkenal dengan nama VBx, akan menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan menjadi bagian dari SilverLight 1.1.
Pada ertikel ini versi yang akan dibahas adalah Visual Basic 6.0. Ada ada tiga edisi yang dikeluarkan Microsoft untuk Visual Basic 6.0, yaitu:
1) Visual Basic 6.0 Standard Edition
Standard Edition sangat merekomendasikan bagi pemula yang ingin mempelajari Visual Basic 6 dan mempunyai fasilitas sebagai berikut: a) kemampuan aplikasi 32 bit yang berjalan di Microsoft Win 9x dan Win NT untuk pemula; b) terdiri dari control seperti grid, tab, dan Data Bound; c) memuat Learn Visual Basic Now dan Online Help. d) Microsoft Developer Network CD berisi dokumentasi.
2) Visual Basic 6.0 Propessional Edition
Propessional Edition umumnya digunakan oleh para propessional yang sudah cukup mendalami Visual Basic 6. Tidak terlalu banyak perbedaan dengan Standard Edition, hanya ada beberapa tambahan, diantaranya: ActiveX Control, termasuk Internet Control. IIS (Internet Information Server) Dynamic HTML Page Designer.
3) Visual Basic 6.0 Enterprise Edition
Lebih ditekankan untuk membuat aplikasi yang bersifat server based, tapi program-program aplikasi standard dapat berjalan dengan baik jika menggunakan versi ini. Fasilitas tambahan antara lain:
-
Application Performance Explorer
-
IIS (Internet Information Server)
-
Support for Microsoft Transaction Server 2.0
-
SQL Debugging
-
Visual Component Manager
-
Visual Database Tool
PROFESIONALISME
DESKRIPSI
Profesionalisme adalah termasuk salah satu pokok pembahasan penting dalam etika profesi yang merupakan bagian dari etika khusus yang lalu dianggap sebagai etika terapan. Setelah mempelajari dan memahami profesionalisme, maka para mahasiswa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari – hari. Pada sesi ini akan dibahas tentang pengertian profesionalisme, prinsip dasar profesionalisme serta arti dan pentingnya profesionalisme dalam kegiatan humas.
1.1. PENGERTIAN
Kata “ profesional “ dan “ profesionalisme “ menjadi semacam istilah kunci bagi kehidupan modern khususnya dunia bisnis. Sering timbul kebingungan juga mengenai pengertian “ profesi “ sehubungan dengan istilah profesi, profesional, dan profesionalisme yang dipakai secara obral dalam hampir seluruh aspek kehidupan. Berbagai definisi profesi dapat dirangkum sebagai berikut :
Profesi adalah pekerjaan atau bidang pekerjaan yang menuntut pendidikan keahlian intelektual tingkat tinggi dan tanggung jawab etis yang mandiri dalam prakteknya.
1.2. PRINSIP DASAR PROFESIONALISME
Berdsaarkan definisi tersebut, maka pekerjaan profesional memuat 3 ( tiga ) unsur utama atau prinsip dasar yaitu keahlian, tanggung jawab, dan norma yang mengatur kegiatan pelakunya.
1.2.1. KEAHLIAN
Pekerjaan profesinal biasanya menuntut penguasaan keahlian tertentu. Keahlian ini memungkinkan seorang pekerja profesional untuk memberikan jasa spesifik pada kliennya yang hasil akhirnya jelas hubungannya dengan tingkat keahliannya. Contoh, adanya hubungan langsung antara keahlian medis seorang dokter dengan penyembuhan pasiennya atau keahlian seorang arsitek dengan rancangan bangunannya. Karena keahlian bersumber pada hal – hal sebagai berikut :
1.2.1.1. Pengetahuan ::
Suatu profesi terdiri dari sekumpulan pengetahuan yang menjadi milik bersama ( a common body of knowledge ). Seseorang yang mau menjadi pekerja profesional dalam bidang profesi tertentu harus bisa menunjukkan bahwa ia menguasai kumpulan pengetahuan tersebut sampai tingkat tertentu. Penguasaan pengetahuan yang dimilikinya dicapai melalui suatu proses pendidikan dan ujian. Pada bidang profesi yang sudah mantap keterandalannya di masyarakat, bisa dijadikan contoh adalah profesi dokter, dalam bidang kedokterran hal – hal yang menyangkut tingkat penguasaan pengetahuan dan praktek kerjanya sudah terumus secara jelas. Tetapi dalam masyarakat kita sering mengenal banyaknya profesi konsultan manajemen, yang mana pengetahuan dan tingkat penguasaan bagi seorang konsultan manajemen belum jelas rumusannya.
1.2.1.2. Keterampilan dan cara kerja :
Para personil atau individu yang sudah bisa menunjukkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan cara kerja yang cukup dapat diterima sebagai pekerja profesional yang mandiri dalam bidangnya, artinya mereka telah dianggap mampu dan bertanggung jawab penuh untuk memberikan jasa dalam bidang keahliannya.
1.2.1.3. Kemandirian dan pengakuan :
Mereka yang sudah dapat menunjukkan penguasaan pengetahuan, kererampilan, dan cara kerja yang mamadai menurut ukuran profesionalisme, maka mereka dapat diterima sebagai pekerja profesional yang mandiri dalam bidangnya. Artinya, secara mandiri mereka dianggap telah mampu dan memperoleh pengakuan serta bertanggung jawab penuh di dalam memberikan jasa dalam bidang keahliannya.
1.2.2. TANGGUNG JAWAB
Seseorang yang sudah ahli artinya ia adalah orang yang punya “ kewenangan profesional “. Mereka yang mempunyai kewenangan profesionak bertanggung jawab untuk menunjukkan hasil kerja yang berkaitan keunggulan mutu jasa dan pengembangan profesinya, memberikan pelayanan keahlian yang terbaik bagi kliennya, dapat menjalin hubungan baik dengan rekannya dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
1.2.2.1. Keunggulan Mutu Jasa dan Pengembangan Profesi :
Dalam kapasitasnya sebagai seorang pekerja profesional harus senantiasa menawarkan mutu jasa yang terbaik dalam bidang profesinya. Dalam kaitan dengan keunggulan mutu jasa, seorang profesional harus secara simultan mengembangkan keahlian dirinya yang dapat dilakukannya bersama – sama para rekan – rekannya dalam profesi yang sama.
1.2.2.2. Pelayanan Terbaik bagi Klien :
Seorang profesional harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi organisasi tempatnya bernaung. Apalagi dalam keadaan dimana organisasi atau klien sepenuhnya sangat tergantung pada keahlian seorang pekerja profesional. Namun, memberikan pelayanan terbaik tidak berhubungan bahwa seorang profesional harus senantiasa mengikuti keinginan klien atau organisasinya. Seorang profesional tetap bertanggung jawab di dalam mempertahankan kebebasan dan integritas dirinya.
1.2.2.3. Rekan Profesi :
Pekerja profesional bertanggung jawab di dalam memelihara saling pengertian dan pertukaran pengalaman dengan rekan seprofesinya. Karena kemajuan profesi tergantung dari hubungan yang saling menghormati, terbuka dan saling percaya amtara para pekerja profesional dalam satu bidang profesi.
1.2.2.4. Kepentingan Umum :
Kemampuan yang dipunyai oleh seorang profesional gharus dimanfaatkan untuk kepentingan umum dan tidak untuk kepentingan pribadi atau perorangan.
1.2.3. PENGATUR PERILAKU
Perilaku profesional diatur oleh berbagai macam kendali yaitu Undang – undang atau peraturan pemerintah, peraturan atau kesepakatan dalam bidang profesi, pengakuan masyarakat dan kesadaran pribadi. Antara Undang – undang dan peraturan pemerintah, peraturan dan kesepakatan bidang profesi, pengakuan masyarakat dan kesadaran sikap pribadi saling terkairt erat di dalam mengatur perilaku profesional, yaitu :
1.2.3.1. Undang – undang dan peraturan pemerintah :
Mempunyai fungsi di dalam mencegah praktek orang yang tidak punyai “ wewenang keahlian “ dan “ melindungi konsumen dari praktek yang tidak bertanggung jawab “.
1.2.3.2. Peraturan dan kesepakatan :
Mengutamakan dua aspek regulasi yaitu menjamin mutu dan membatasi persaingan. Para profesional yang tergabung dalam suatu bidang profesi tertentu, bersepakat untuk melakukan pengendalian dan peningkatan mutu jasa profesinya sendiri dan memberikan batasan – batasan tentang cara memasarkan jasa ( tidak boleh diiklankan ) yang mencerminkan prestise dan mutu jasa.
1.2.3.3. Pengakuan masyarakat :
Di dalam rangka mengatur perilaku para profesional yang dikendalikan dengan adanya pengakuan masyarakat, karena pengkuan masyarakat yang menentukan tegak runtuhnya suatu profesi.
1.2.3.4. Kesadaran dan sikap pribadi :
Kesadaran dan sikap pribadi perlu dimiliki oleh para profesional di dalam mengatur perilakunya. Dimana masing – masing profesional harus mempunyai kejelasan normatif bahwa melayani kepentingan umum adalah kewajiban utamanya yang harus dinyatakan dalam perbuatan yang dapat diterima dan dipercaya oleh masyarakat.
1.3. PROFESIONALISME DALAM KEGIATAN HUMAS
Para praktisi hubungan masyarakat sedunia yang terhimpun dalam The International Public Relations Association membuat kesepakatan dalam merumuskan definisi : “ Hubungan Masyarakat adalah fungsi manajemen dari budi yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana, dengan mana organisasi – organisasi dan lembaga – lembaga yang bersifat umum dan pribadi berusaha memperoleh dan membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada sangkut pautnya atau yang mungkin ada sangkut – pautnya dengan menilai pendapat umum di antara mereka dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan mereka, guna mencapai kerjasama yang lebih produktif dan untuk melaksanakan kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan melancarkan informasi yang berencana dan tersebar luas. “
The British Institute of Public Relations mendifinisikan fungsi hubungan masyrakat sebagai berikut : “ Hubungan Masyarakat adalah fungsi manajemen yang khas yang mendukung dan memelihara jalur bersama bagi komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dengan khalayak ; melibatkan manajemen dalam permasalahan atau persoalan ; membantu manajemen memperoleh penerangan dan tanggap terhadap opini publik ; menetapkan dan menegaskan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan umum ; menopang manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif dalam penerapannya sebagai sistem peringatan secara dini guna membantu mengantisipasi kecenderungan ; dan menggunakan penelitian serta teknik – teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai kegiatan utamanya.”
Berdasarkan definisi – definisi di atas maka jelas bahwa kegiatan hubungan masyarakat adalah merupakan suatu paduan dari pengetahuan, keterampilan serta metode yang harus dipejari secara simultan agar menjadi profesional humas yang handal sehingga dapat menghasilkan suatu hasil karya yang bermutu tinggi yang didasari oleh suatu keterampilan dan cara kerja yang berkualitas yang diakui oleh bidang profesinya Humas di dalam menjalankan tugasnya berpegang kepada kepentingan masyarakat umum ( khalayak intern dan khalayak ekstern ) yang selalu berupaya untuk melayaninya secara optimal, dan bertanggung jawab akan pengaruh opini publik di dalam menyajikan fakta dan pandangan kepada khalayak sehingga dapat menecegah terjadinya rintangan psikologi yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik. Karena operasionalisasi humas adalah membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik, profesional humas adalah orang yang mempunyai kesadaran dan sikap pribadi yang menitikberatkan moral dan perilaku yang baik, baik di dalam melayani kepentingan umum yang merupakan kewajiban utamanya juga dalam perbuatan yang dapat diterima dan dipercaya oleh masyarakat.
KEPUSTAKAAN :
Dr. Bachtiar Aly, M.A., Teknik Hubungan Masyarakat, Universitas Terbuka, Jakarta, 1995
Dr. A. Sonny Keraf, Etika Bisnis, Pustaka Filsafat, Kanisius Yogyakarta, 1998
Anugerah Pekerti, Ph.D., Profesi Makna dan Pemahamannya untuk Acuan Kerja, 1995.
Aplikasi Penguncian Folder Menggunakan Batch File (2)
1. Ketik Script dibawah ini di Notepad dan simpan dengan nama Kunci.Bat
@echo off
set/p "pilih=Masukkan Pilihan [1. Untuk Kunci 2. Untuk Buka] : "
if %pilih%==1 goto kunci
if %pilih%==2 goto buka
:kunci
set/p "folder=Masukkan folder yang mau di kunci : "
if exist %folder% goto A
if not exist %folder% goto B
:A
ren %folder% "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder berhasil di kunci
pause null
goto End
:B
echo Folder yang ingin dikunci tidak ditemukan
goto kunci
:buka
set/p "pass=Masukkan Password : "
if NOT %pass%== hacker goto salah
set/p "folder=Masukkan folder yang mau di buka: "
if not EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto End
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" %folder%
echo Folder berhasil dibuka
@pause null
goto End
:salah
echo Pasword Salah
goto buka
:End
2. Untuk menjalankan Aplikasi tersebut, cukup Klik 2X
3. Masukkan password: hacker
4. Selamat Mencoba
Aplikasi Penguncian Folder Menggunakan Batch File (1)
1. Ketik Script dibawah ini di Notepad dan simpan dengan nama Kunci.Bat
@echo off
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Folder mau dikunci ? : (Y/N)
set/p "cho="
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Pilihan Salah
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder berhasil di kunci
pause null
goto End
:UNLOCK
echo Untuk membuka kunci, silahkan masukkan password
set/p "pass="
if NOT %pass%== hacker goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder berhasil dibuka
@pause null
goto End
:FAIL
echo Password salah
goto End
:MDLOCKER
md Locker
echo Folder Locker berhasil di buat
echo Masukkan file atau folder yang akan dikunci kedalam folder tersebut
pause null
:End
2. Untuk menjalankan Aplikasi tersebut, cukup Klik 2X
3. Masukkan password: hacker
4. Selamat Mencoba
TEORI-TEORI MOTIVASI
Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.
A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).
C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
-
karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
-
Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
-
Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
-
Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.
D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
• Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
E. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),
yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
• Need for Power (dorongan untuk mengatur)
F. Clayton Alderfer ERG
Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.
Aplikasi Penjualan Barang Menggunakan Vb 6.0 dan SQL Server 2000
- Desain Database dan Tabel seperti berikut :
- Buat digram seperti :
- Buat view seperti :
- Desain Form di VB 6.0
- Hubungkan tabel Barang dengan ADODC1, Tabel Transaksi dengan ADODC2 dan View dengan ADODC3
- Ketikkan Kode Program dibawah ini
Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = 0
Adodc2.Refresh
Adodc2.Recordset.AddNew
Adodc2.Recordset.Fields(0) = Text7.Text
Adodc2.Recordset.Fields(1) = Text1.Text
Adodc2.Recordset.Fields(2) = Text2.Text
Adodc2.Recordset.Fields(3) = Date
Adodc2.Recordset.Update
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’" & Text7.Text & "’"
Adodc3.Refresh
For X = 1 To Adodc3.Recordset.RecordCount
Text3.Text = Val(Text3.Text) + Adodc3.Recordset.Fields("total")
Adodc3.Recordset.MoveNext
Next X
Text2.Text = 1
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
‘Menblok isi text1
Text1.SetFocus
Text1.SelStart = 0
Text1.SelLength = Len(Text1)
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Adodc2.Refresh
Text7.Text = Format(Date, "ddmmyy") & "TX" & Adodc2.Recordset.RecordCount + 1
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’gfergrereyreyreuyrethuyreuy’"
Adodc3.Refresh
End Sub
Private Sub Form_Load()
Text1.Text = ""
Text2.Text = 1
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""
Adodc2.Refresh
Text7.Text = Format(Date, "ddmmyy") & "TX" & Adodc2.Recordset.RecordCount + 1
Adodc3.RecordSource = "select * from view1 where kode_transaksi=’gfergrereyreyreuyrethuyreuy’"
Adodc3.Refresh
Label1.Caption = Format(Date, "dddd, dd mmmm yyyy")
End Sub
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Dim CARI As String
CARI = "KODE_BRG=’" & Text1.Text & "’"
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find CARI
If Adodc1.Recordset.EOF Then
MsgBox "data tdk ada"
Else
Text4.Text = Adodc1.Recordset.Fields(1)
Text5.Text = Adodc1.Recordset.Fields(2)
Text2.SetFocus
Text2.SelStart = 0
Text2.SelLength = Len(Text2)
End If
End If
End Sub
Private Sub Text2_Change()
Text6.Text = Val(Text2.Text) * Val(Text5.Text)
End Sub
Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text6.Text = Val(Text2.Text) * Val(Text5.Text)
Command1.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text8_Change()
Text9.Text = Val(Text8.Text) – Val(Text3.Text)
End Sub
Hasilnya :
Teori Kebenaran
Apakah kebenaran itu, suatu pertanyaan yang sangat menukiki bila kita sedang mendebatkan masalah. Apakah itu masalah ekonomi hingga politik yang rumit.
Kebenaran acapkali diperdebatkan, namun makna sebenarnya acapkali ditinggal.
“Jika anak kecil digigit anjing maka yang benar anak tersebut harus berganti menggigit anjing”, apakah ini juga suatu kebenaran ??
TEORI KORESPONDENSI TENTANG KEBENARAN
Teori yang pertama ialah teori korespondensi [Correspondence Theory of Truth], yang kadang kala disebut The accordance Theory of Truth. Menurut teori ini dinyatakan bahwa, kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian [correspondence] antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya.
a proposition (or meaning) is true if there is a fact to which it corresponds, if it expresses what is the case
[Suatu proposisi atau pengertian adalah benar jika terdapat suatu fakta yang selaras dengan kenyataannya, atau jika ia menyatakan apa adanya].
"Truth is that which conforms to fact; which agrees with reality; which corresponds to the actual situation."
[Kebenaran adalah yang bersesuaian dengan fakta, yang beralasan dengan realitas, yang serasi (corresponds) dengan situasi actual].
Truth is that which to fact or agrees with actual situation. Truth is the agreement between the statement of fact and actual fact, or between the judgment and the environmental situation of which the judgment claims to be an interpretation."
[Kebenaran ialah suatu yang sesuai dengan fakta atau sesuatu yang selaras dengan situasi aktual. Kebenaran ialah persesuaian (agreement) antara pernyataan (statement) mengenai fakta dengan fakta aktual; atau antara putusan (Judgment) dengan situasi seputar (Enviromental situation) yang diberinya intepretasi.
“if a judgment corresponds with the facts, it is the true; if not, it is false."
[Jika suatu putusan sesuai dengan fakta, maka dapat dikatakan benar ; Jika tidak maka dapat dikatakan salah].
Teori korespondensi ini sering dianut oleh realisme/empirisme.
K. Rogers, adalah seorang orang penganut realisme kritis Amerika, yang berpendapat bahwa : keadaan benar ini terletak dalam kesesuaian antara "esensi atau arti yang kita berikan" dengan "esensi yang terdapat didalam obyeknya".
"Epistemological realism.The view that there is an independent reality apart from minds, and we do not change it when we come to experience or to know it; sometimes called objectivism"
[Realisme epistemologis berpandangan, bahwa terdapat realitas yang independence (tidak tergantung), yang terlepas dari pemikiran; dan kita tidak dapat mengubahnya bila kita mengalaminya atau memahami. Itulah sebabnya realisme epitemologis kadangkala disebut obyektivisme]. Dengan perkataan lain: realisme epistemologis atau obyektivisme
berpegang kepada kemandirian sebuah kenyataan tidak tergantung pada yang di luarnya.
Dalam perpustakaan Marxis dapat dibaca :
If our sensations, perception, notions, concepts and theories corresponds to objective reality, if reflect if faithfully, we say that they are true, while true statement, judgment or theories are called the truth.
[Jika sensasi kita, persepsi kita, pemahaman kita, konsep dan teori kita bersesuaian dengan realitas obyektif, dan jika itu semua mencerminkannya dengan cermat, maka kita katakan itu semua benar: pernyataan, putusan dan teori yang benar kita sebut kebenaran].
"Dialectical materialism understands truth as that knowledge of an objective/ with correctly reflect this objectives, i.e. correspond to it"
[Materialisme dialektika memahamkan kebenaran sebagai pengetahuan tentang sesuatu obyek, yang mencerminkan obyek tersebut secara tepat, dengan perkataan lain, bersesuaian dengan obyek yang dimaksud]
"For example, the scientific propositions that "Bodies consists of atoms", that the " Earth prior to man", that "the people are makers of history", etc. are true
"
[misalnya pengertian ilmiah bahwa "tubuh terdiri dari atom-atom"' bahwa "Bumi lebih dahulu ada dari pada manusia", bahwa "rakyat adalah pembuat sejarah", dan lain sebagainya, adalah benar].
In contrast to idealism, dialectical materialism maintains that truth is objective. Since truth reflects the objectively existing word, its content does not depend on man’s consciousness.
Objective truth, LENIN Wrote, is the content of our knowledge, which neither on mans, nor on mankind. The content of truth is fully determined by the objective process it reflects
Berlawanan dengan idealisme, maka meterialisme dialektika mempertahankan bahwa kebenaran adalah obeyektif. Selama kebenaran mencerminkan dunia wujud secara obyektif, maka wujudnya itu tergantung pada kesadaran manusia. Kebenaran obyektif, tulis Lenin, adalah kandungan pengetahuan kita yang tidak tergantung, baik kepada manusia maupun kepada kemanusiaan. Kandungan kebenaran sepenuhnya ditentukan oleh proses abyektif yang tercerminkannya.
LENIN Menulis:
"From live contemplation to abstract thinking and from that to practice, such is the dialectical process of cognizing the truth, of cognizing objective reality.
[Dari renungan yang hidup menuju ke pemikiran yang abstrak, dan dari situ menuju praktek, demikianlah proses dialektis tentang pengenalan atas kebenaran, atas realitas obyektif].
Selajunya kaum marxist mengenal dua macam kebenaran, yaitu (a) kebenaran mutlak dan (b) kebenaran relatif]
"Absolute truth is objective truth in its entirety, an absolutely exact reflection of reality"
[Kebenaran mutlak ialah kebenaran yang selengkapnya obyektif, yaitu suatu pencerminan dari realitas secara pasti mutlak]
" Relative truth is incomplete correspondence of knowledge to reality. Lenin called this truth the relatively true reflection of an object which is independent of man"
[Kebenaran relatif adalah pengetahuan mengenai relaitas yang kesesuaianya tidak lengkap, tidak sempurna. Menurut Lenin, kebenaran relatif adalah pencerminan dari obyek yang relatif benar, yang terbatas dari manusia].
"Every truth is objective truth”
[setiap kebenaran adalah kebenaran yang obyektif].
"Relative truth is imperfect, incomplete truth.
[kebenaran relatif adalah kebenaran yang tidak sempurna, tidak lengkap]
SIMPULAN :
Mengenai Teori Korespondensi tentang kebenaran dapat disimpulkan sebagai berikut :
Kita mengenal dua hal, yaitu : pertama pernyataan dan kedua keyataan. Menurut teori ini kebenartan iaah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu sendiri.
Sebagai contoh dapat dikemukakan : " Surabaya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Timur sekarang" ini adalah sebuah pernyataan; dan apabila kenyataannya memang Surabaya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ", pernyataan itu benar, maka pernyataan itu adalah suatu kebenaran.
Rumusan teori korespondensi tentang kebenaran itu bermula dari ARIESTOTELES, dan disebut teori penggambaran yang definisinya berbunyi sebagai berikut :
“VERITAS EST ADAEQUATIO INTELCTUS ET RHEI”
[kebenaran adalah persesuaian antara pikiran dan kenyataan].
TEORI KONSISTENSI TENTANG KEBENARAN
Teori yang kedua adalah Teori Konsistensi.
The Consistence Theory Of Truth, yang sering disebut dengan The coherence Theory Of Truth.
" According to this theory truth is not constituted by the relation between a judgment and something else, a fact or really, but by relations between judgment themselves "
[Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgment) dengan sesuatu yang lalu, yakni fakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri].
Dengan demikian, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui benarnya terlebih dahulu.
Jadi suatu proposisi itu cenderung untuk benar jika proposisi itu coherent [saling berhubungan] dengan proposisi yang benar, atau jika arti yang terkandung oleh proposisi tersebut koheren dengan pengalaman kita.
" A belief is true not because it agrees with fact but because it agrees, that is to say, harmonizes, with the body knowledge that we presses”
[Suatu kepercayaan adalah benar, bukan karena bersesuaian dengan fakta, melainkan bersesuaian/selaras dengan pengetahuan yang kita miliki]
"It the maintained that when we accept new belief as truths it is on the basis of the manner in witch they cohere with knowledge we already posses”
[Jika kita menerima kepercayan-kepercayaan baru sebagai kebenaran-kebenaran, maka hal itu semata-mata atas dasar kepercayaan itu saling berhubungan [cohere] dengan pengetahuan yang kita miliki]
“A judgment is true it if consistent with other judgment that are accepted or know to be true. True judgment is logically coherent with other relevance judgment”
[suatu putusan adalah benar apabila putusan itu konsisten dengan putusan-putusan yang terlebih dahulu kita terima, dan kita ketahui kebenarannya. Putusan yang benar adalah suatu putusan yang saling berhubungan secara logis dengan putusan-putusan lainnya yang relevance]
Jadi menurut teori ini , putusan yangh satu dengan puitusan yang lainnya saling berhubungan dan saling menerangkan satu sama lainnya.
"The truth is systematic coherence
[Kebenaran adalah saling hubungan yang sistematik]
" Truth is consistency”
[kebenaran adalah konsistensi, selaras, kecocokan]
Selanjutnya teori konsistensi/koherensi ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
Kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainnya yang lebih dahulu kita akui/ terima/ ketahui kebenarannya.
Kedua:
Teori ini dapat juga dinamakan teori justifikasi tentang kebenaran, karena menurut teori ini suatu putusan dianggap benar apabila mendapat justifikasi putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah dikatahu kebenarannya.
Misalnya:
Bungkarno, adalah ayahanda Megawati Sukarno Puteri, adalah pernyataan yang kita ketahui, kita terima, dan kita anggap benar.
Jika terdapat penyataan yang koheren dengan pernyataan tersebut diatas, maka pernyataan ini dapat dinyatakan Benar. Kerena koheren dengan pernyataan yang dahulu:
Misalnya.
- Bungkarno memiliki anak bernama Megawati Sukarno Putri
- Anak-anak Bungkarno ada yang bernama Megawati Sukarno Putri
- Megawati Sukarno Putri adalah keturunan Bungkarno
- Dll
TEORI PRAGMATISME
Teori ketiga adalah teori pragmatisme tentang kebenaran, the pragmatic [pramatist] theory of truth. Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani pragma, artinya yang dikerjakan, yang dapat dilaksanakan, dilakukan, tindakan atau perbuatan.
Falsafah ini dikembangan oleh seortang orang bernama William James di Amerika Serikat.
Menurut filsafat ini dinyatakan, bahwa sesuatu ucapan, hukum, atau sebuah teori semata-mata bergantung kepada asas manfaat. Sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat.
Suatu kebenaran atau suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia. Teori, hipotesa atau ide adalah benar apabila ia membawa kepada akibat yang memuaskan, jiak membawa akibat yang memuaskan, dan jika berlaku dalam praktik, serta memiliki niali praktis, maka dapat dinyatakan benar dan memiliki nilai kebenaran.
Kebenaran terbukti oleh kegunannya, dan akibat-akibat praktisnya. Sehingga kebenaran dinyatakan sebagai segala sesuatu yang berlaku.
Menurut William James “ ide-ide yang benar ialah ide-ide yang dapat kita serasikan, jika kita umumkan berlakunya, kita kuatkan dan kita periksa.
Menurut penganut praktis, sebuah kebenaran dimaknakan jika memiliki nilai kegunaan [utility] dapat dikerjakan [workability], akibat atau pengaruhnya yang memuaskan [satisfactory consequence].
Dinyatakan sebuah kebenaran itu jika memilki “hasil yang memuaskan “[satisfactory result], bila :
Sesuatu yang benar jika memuaskan keinginan dan tujuan manusia
Sesuatu yang benar jika dapat diuji benar dengan eksperimen
Sesuatu yang benar jika mendorong atau membantu perjuangan biologis untuk tetap ada.
RUJUKAN YANG DIGUNAKAN:
-
Alex Lanur OFM [1993] Hakikat Pengertahuan dan Cara Kerja Ilmu-ilmu : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta–91:99
-
Alfon Taryadi [1989] Epistemologi Pemecahan Masalah {menurut Karl. R. Popper] : Penerbit PT Gramedia Jakarta–Bab III 67:89
-
Amsal Bakhtiarr [2004] Filsafat Ilmu : PT Raja Grafindo Persada Jakarta–Bab III 85 : 1224
-
Endang Safiudin [1987] Ilmu, Filsafat dan Agama : PT Bina Ilmu–Bab III 85 : 1224
Jujun Suriamantri [2004] Ilmu Dalam Perpektif [Sebuah kumpulan karangan tentang hakikat ilmu] : Yayasan Obor Indonesia Jakarta—Bab IV 61:70 -
——————— [2004] Filsafat Ilmu [Sebuah Pengantar Populer] : Yayasan Sinar Harapan Jakarta—ab V 165:211,
-
———————[2004] Ilmu Dalam Perpektif Moral, Sosial dan Politik Penerbit Gramedia JakartaBab 10 74:87 Bab XI 81:87
-
Mohammad Muslih [[2004] Filsafat Ilmu [Kajian atas asumsi Dasar Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengethuan] : Penerbit Belukar Bab V 89:119
-
Mohammad Zaenudin[2003] Menggoyang Pikiran [ Menuju Alam Makna] : Penerbit Pustaka Remaja —Bab VII 62 : 79